Jurusan / Program Studi

Tersedia dua jurusan / program studi di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih.

  1. Jurusan / Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR),
  2. Jurusan / Program Studi Pendidikan Kepalatihan Olahraga (PKO).

Profil Lulusan IKOR

Dasar pendirian Program Studi Ilmu Keolahragaan adalah SK pendirian PS pada tanggal 18 September 2015. Pada Juli 2014 penyelenggaraan program studi dimulai. Program Studi Ilmu Keolahragaan merupakan program studi yang menerima mahasiswa sejak tahun ajaran 2015/2016. dan telah memiliki akreditasi B yang divisitasi pada tahun 2018. Pada Agustus 2018, PS meluluskan sebanyak 8 mahasiswa lulusan pertama, setiap tahunnya meluluskan mahasiswa. hingga tahun 2023 PS telah meluluskan total sebanyak 117 mahasiswa. Jumlah mahasiswa aktif sampai saat ini terus mengalami penambahan, bahkan peminatnya setiap tahun mengalami kenaikan yang signifikan. Meskipun demikian, Prodi Ilmu Keolahragaan menjunjung tinggi komitmen untuk menerima mahasiswa 2 kelas setiap tahunnya untuk memaksimalkan pelayanan kepada mahasiswa. Berikut adalah profil lulusan Program Studi IKOR:

  1. Analis Keolahragaan
    Analisis keolahragaan merupakan proses pengumpulan, interpretasi, dan evaluasi data yang terkait dengan kegiatan olahraga. Dalam konteks prodi Ilmu Keolahragaan, analisis keolahragaan dapat mencakup berbagai aspek, termasuk performa atlet, manajemen tim, strategi permainan, cedera, nutrisi, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja atlet atau tim.
  2. Peneliti Keolahragaan
    Peneliti keolahragaan adalah individu yang melakukan penelitian di bidang ilmu keolahragaan yang bertugas menyelidiki berbagai aspek keolahragaan, termasuk tetapi
    tidak terbatas pada, performa atlet, manajemen olahraga, kesehatan dan kebugaran, strategi permainan, psikologi olahraga, dan topik-topik terkait lainnya. Pekerjaan peneliti keolahragaan dapat membantu memahami secara lebih mendalam dinamika dan faktor-faktor yang memengaruhi dunia olahraga.
  3. Konsultan Kebugaran
    Konsultan kebugran merupakan praktisi profesional yang memberikan saran dan bimbingan dalam hal kesehatan dan kebugaran fisik. Perannya adalah membantu individu atau kelompok mencapai tujuan kebugaran mereka melalui perencanaan program latihan yang efektif, pemantauan kemajuan, dan memberikan nasihat terkait nutrisi dan gaya hidup sehat.
  4. Tenaga Ahli Kesehatan Non-Medis
    Tenaga ahli kesehatan non-medis di bidang keolahragaan memiliki peran khusus dalam mendukung kesejahteraan dan kinerja fisik baik atlet maupun masyarakat umum yang terlibat dalam aktivitas fisik. Meskipun mereka tidak memiliki latar belakang medis, mereka membawa pengetahuan dan keterampilan khusus dalam bidang keolahragaan dan kesehatan pratek. Penting untuk dicatat bahwa meskipun mereka bukan profesional medis, tenaga ahli kesehatan nonmedis di bidang keolahragaan sering bekerja sama dengan tim medis dan pelatih untuk menyediakan pendekatan holistik terhadap kesehatan dan kinerja fisik.
  5. Pembina Kegiatan Keoahragaan
    Pembina kegiatan keolahragaan adalah individu yang bertanggung jawab untuk mengorganisir, memimpin, dan mengawasi kegiatan keolahragaan, terutama di tingkat
    pendidikan formal atau di lembaga-lembaga olahraga. Peran pembina kegiatan keolahragaan sangat penting dalam memastikan bahwa program olahraga berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta. Pembina kegiatan keolahragaan berperan sebagai pemimpin, pengarah, dan fasilitator dalam menciptakan lingkungan olahraga yang positif dan produktif. Keberhasilan mereka tergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola aspek teknis, taktis, dan sosial dari program olahraga yang mereka pimpin.